<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BlogBelajar:khanafi</title>
	<atom:link href="http://yoesoef.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yoesoef.wordpress.com</link>
	<description>Mari kita belajar bersama dalam berbagai hal apapun.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Mar 2008 23:25:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yoesoef.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BlogBelajar:khanafi</title>
		<link>http://yoesoef.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yoesoef.wordpress.com/osd.xml" title="BlogBelajar:khanafi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yoesoef.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Surat untuk Cintaku</title>
		<link>http://yoesoef.wordpress.com/2008/03/04/surat-untuk-cintaku/</link>
		<comments>http://yoesoef.wordpress.com/2008/03/04/surat-untuk-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 10:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoesoef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoesoef.wordpress.com/2008/03/04/surat-untuk-cintaku/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoesoef.wordpress.com&amp;blog=2581848&amp;post=24&amp;subd=yoesoef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.<span id="more-24"></span>Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku</p>
<p>Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.</p>
<p>Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.</p>
<p>Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.</p>
<p>Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.</p>
<p>Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).</p>
<p>Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.</p>
<p>Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.</p>
<p>Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.</p>
<p>Aku yang tidak mengerti diriku…</p>
<p>Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu&#8230; aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.</p>
<p>Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.</p>
<p>Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.</p>
<p>Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.<br />
Wassalam<br />
http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&#038;action=detail&#038;id=927&#038;cat=3</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoesoef.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoesoef.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoesoef.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoesoef.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoesoef.wordpress.com&amp;blog=2581848&amp;post=24&amp;subd=yoesoef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoesoef.wordpress.com/2008/03/04/surat-untuk-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0a975bcf439626478d25587801b7bab?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">@fi ajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alam Sumatra Barat</title>
		<link>http://yoesoef.wordpress.com/2008/02/26/alam-sumatra-barat/</link>
		<comments>http://yoesoef.wordpress.com/2008/02/26/alam-sumatra-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 02:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoesoef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoesoef.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pariwisata, Seni dan Budaya Istano Basa di Pagaruyung dibangun dengan arsitektur khas Minang Jembatan akar, objek turis yang potensial untuk dipopulerkan [sunting] Pariwisata Di propinsi ini bisa kita temui hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung dan ngarai, selain objek wisata budaya. Akomodasi hotel sudah mulai banyak mulai dari kelas melati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoesoef.wordpress.com&amp;blog=2581848&amp;post=22&amp;subd=yoesoef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="mw-headline">Pariwisata, Seni dan Budaya</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pagaruyung.jpg" class="image" title="Istano Basa di Pagaruyung dibangun dengan arsitektur khas Minang"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5d/Pagaruyung.jpg/250px-Pagaruyung.jpg" alt="Istano Basa di Pagaruyung dibangun dengan arsitektur khas Minang" class="thumbimage" border="0" height="169" width="250" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pagaruyung.jpg" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istano_Basa" title="Istano Basa">Istano Basa</a> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pagaruyung" class="mw-redirect" title="Pagaruyung">Pagaruyung</a> dibangun dengan arsitektur khas Minang</div>
</div>
</div>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Minang_Jembatan_Akar.jpg" class="image" title="Jembatan akar, objek turis yang potensial untuk dipopulerkan"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Minang_Jembatan_Akar.jpg/250px-Minang_Jembatan_Akar.jpg" alt="Jembatan akar, objek turis yang potensial untuk dipopulerkan" class="thumbimage" border="0" height="375" width="250" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Minang_Jembatan_Akar.jpg" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Jembatan akar, objek turis yang potensial untuk dipopulerkan</p></div>
</div>
</div>
<p><a title="Pariwisata" name="Pariwisata" id="Pariwisata"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumatera_Barat&amp;action=edit&amp;section=26" title="Pariwisata">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pariwisata</span></h3>
<p>Di propinsi ini bisa kita temui hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung dan ngarai, selain objek wisata budaya. Akomodasi hotel sudah mulai banyak mulai dari kelas melati sampai bintang empat. Agen tour &amp; travel di bawah keanggotaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=ASITA&amp;action=editredlink" class="new" title="ASITA (not yet written)">ASITA</a> Sumatera Barat sudah lebih dari 100 buah. Untuk melengkapi fasilitas penunjang pariwisata, pemerintah juga menyediakan kereta wisata yang beroperasi pada jam-jam tertentu.</p>
<p>Objek-objek wisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan ialah :</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Maninjau" title="Danau Maninjau">Danau Maninjau</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Singkarak" title="Danau Singkarak">Danau Singkarak</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Danau_Diatas&amp;action=editredlink" class="new" title="Danau Diatas (not yet written)">Danau Diatas</a> dan Dibawah</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lembah_Anai&amp;action=editredlink" class="new" title="Lembah Anai (not yet written)">Lembah Anai</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang" class="mw-redirect" title="Padang Panjang">Padang Panjang</a></li>
<li>Panorama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ngarai_Sianok" title="Ngarai Sianok">Ngarai Sianok</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" class="mw-redirect" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a></li>
<li>Benteng Fort de Kock, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" class="mw-redirect" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jam_Gadang" title="Jam Gadang">Jam Gadang</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" class="mw-redirect" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a></li>
<li>Pantai Air Manis, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" class="mw-redirect" title="Padang">Padang</a></li>
<li>Pantai Muaro, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" class="mw-redirect" title="Padang">Padang</a></li>
<li>Pantai Caroline, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang" class="mw-redirect" title="Padang">Padang</a></li>
<li>Istana Pagarruyung, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batusangkar" title="Batusangkar">Batusangkar</a></li>
<li>Harau, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Payakumbuh" class="mw-redirect" title="Payakumbuh">Payakumbuh</a></li>
<li>Gunuang Merah Putih, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sulit_Air&amp;action=editredlink" class="new" title="Sulit Air (not yet written)">Sulit Air</a></li>
</ul>
<p><a title="Musik" name="Musik" id="Musik"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumatera_Barat&amp;action=edit&amp;section=27" title="Musik">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Musik</span></h3>
<p>Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap musik Sumatra Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat. Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat musik tradisional <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saluang" title="Saluang">saluang</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bansi&amp;action=editredlink" class="new" title="Bansi (not yet written)">bansi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talempong" title="Talempong">talempong</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rabab" title="Rabab">rabab</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gandang_tabuik&amp;action=editredlink" class="new" title="Gandang tabuik (not yet written)">gandang tabuik</a>.</p>
<p>Musik Minangkabau berupa instrumentalia dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau" title="Merantau">merantau</a>.</p>
<p>Industri musik di Sumatra Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam musik tradisional Minangkabau. Perkembangan musik Minang modern di Sumatra Barat sudah dimulai sejak tahun 1950-an ditandai dengan lahirnya <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orkes_Gumarang&amp;action=editredlink" class="new" title="Orkes Gumarang (not yet written)">Orkes Gumarang</a>.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elly_Kasim&amp;action=editredlink" class="new" title="Elly Kasim (not yet written)">Elly Kasim</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiar_Ramon&amp;action=editredlink" class="new" title="Tiar Ramon (not yet written)">Tiar Ramon</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yan_Juned&amp;action=editredlink" class="new" title="Yan Juned (not yet written)">Yan Juned</a> adalah penyanyi daerah Sumatra Barat yang terkenal di era 1970-an hingga saat ini.</p>
<p>Diantara perusahaan rekaman yang mengembangkan musik Sumatra Barat adalah <b>Minang Record</b> yang terletak di kota <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi" class="mw-redirect" title="Bukittinggi">Bukittinggi</a>.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat antara lain: &#8211; Minang Record (Bukittinggi) &#8211; Tanama Record (Padang) &#8211; Gita Virma Record (Bukittinggi) &#8211; Planet Record (Padang) &#8211; Pitunang Record (Padang) &#8211; Sinar Padang Record (Padang) &#8211; Caroline Record (Padang)</p>
<p>Saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatra Barat bernaung dibawah organisasi <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PAPPRI&amp;action=editredlink" class="new" title="PAPPRI (not yet written)">PAPPRI</a> (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Penata musik Rekaman Indonesia) dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PARMI&amp;action=editredlink" class="new" title="PARMI (not yet written)">PARMI</a> (Persatuan Artis Minang Indonesia).</p>
<p><a title="Tarian" name="Tarian" id="Tarian"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumatera_Barat&amp;action=edit&amp;section=28" title="Tarian">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline"></span></h3>
<p><span id="more-22"></span>Tarian</p>
<p>Tari tradisi bersifat klasik yang berasal dari Sumatera Barat yang ditarikan oleh kaum pria dan wanita umumnya memiliki gerakan aktif dinamis namun tetap berada dalam alur dan tatanan yang khas. Kekhasan ini terletak pada prinsip tari Minangkabau yang belajar kepada alam, oleh karena itu dinamisme gerakan tari-tari tradisi Minang selalu merupakan perlambang dari unsur alam. Pengaruh agama Islam, keunikan adat matrilineal dan kebiasan merantau masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi Minangkabau.</p>
<p>Macam-macam tari tradisional dari Sumatra Barat meliputi: 1. Tari Piring 2. Tari Payung 3. Tari Randai 4. Tari Pasambahan 5. Tari Indang</p>
<p>Seni tari tradisional Pencak Silat dari Minangkabau merupakan penggabungan dari gerakan tari dan seni beladiri khas Minang. Pencak Silat di Minangkabau memiliki beberapa aliran, diantara nya aliran Harimau Kumango.Tarian ini biasanya sudah diajarkan kepada kaum pria di Minangkabau semenjak kecil hingga menginjak usia akil baligh (periode usia 6 hingga 12 tahun) untuk dijadikan bekal merantau. Saat ini seni tari pencak silat sudah mendunia dengan terbentuknya federasi pencak silat sedunia IPSF (International Pencak Silat Federation).</p>
<p>[sunting] Rumah Adat</p>
<p>Rumah adat Sumatra Barat disebut Rumah Gadang. Rumah adat asli setiap tiangnya tidaklah tegak lurus atau horizontal tapi mempunyai kemiringan. Ini disebabkan oleh orang dahulu yang datang dari laut hanya tahu bagai mana membuat kapal. Rancangan kapal inilah yang ditiru dalam membuat rumah. Rumah adat jugat tidak memakai paku tapi memakai pasak kayu. Ini disebabkan daerah Sumatera Barat rawan terhadap gempa, baik vulkanik maupun tektonik. Jika dipasak dengan kayu setiap ada gempa akan semakin kuat mengikatnya. [rujukan?]</p>
<p>[sunting] Senjata Tradisional</p>
<p>Senjata tradisional Sumatra Barat adalah Keris. Keris biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, saat sekarang hanya dipakai bagi mempelai pria. Berbagai jenis tombak, pedang panjang, sumpit juga dipakai oleh raja-raja Minangkabau dalam menjaga diri mereka.</p>
<p>[sunting] Makanan</p>
<p>Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang. Masakan Padang yang terkenal dengan citarasa yang pedas dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Nusantara, dan dapat ditemukan juga di luar negeri.</p>
<p>Beberapa contoh makanan dari Sumatra Barat yang sangat populer adalah Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, Ayam Pop, Soto Padang, dan Bubur Kampiun</p>
<p>Selain itu, Sumatra Barat juga memiliki ratusan resep, seperti Galamai, Wajik, Kipang Kacang, Bareh Randang, Dakak-dakak, Rakik Maco, Karupuak Balado dan Karupuak Sanjai. Makanan ciri khas masing-masing kota dan kabupaten di Sumatra Barat untuk dijadikan buah tangan (oleh-oleh) adalah: Kota Padang terkenal dengan bengkuang dan karupuak balado, Kota Padang Panjang terkenal dengan satenya, Kota Bukittinggi dengan karupuak sanjai, Kota Payakumbuh dengan galamai dan bareh rendang, Kabupaten Agam terkenal dengan palai rinuak dan pensi, Kabupaten Pesisir Selatan dengan rakik maco, Kabupaten Tanah Datar dengan lamang Limo Kaum dan dakak-dakak simabua-nya.</p>
<p>[sunting] Literatur</p>
<p>Literatur sejarah mengenai Sumatra Barat dan kebudayaan Minangkabau secara umum dapat dijumpai antara lain di Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), yang terletak di tengah-tengah objek wisata Perkampungan Minangkabau (Minangkabau Village), kota Padang Panjang, Sumatra Barat.</p>
<p>Di PDIKM banyak tersimpan informasi sejarah masyarakat Minangkabau khususnya semenjak abad 18 (periode penjajahan Belanda) hingga era 1980&#8242;an berupa dokumentasi foto mikrograf surat kabar, pakaian tradisional, kaset rekaman lagu daerah, dokumentasi surat-surat kepemerintahan dan alur sejarah masyarakat Minangkabau secara terperinci.</p>
<p>Literatur asing mengenai Sumatra Barat dan Minangkabau juga akan banyak didapatkan di Perpustakaan KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) Leiden, Belanda.<br />
<b>http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat#Pariwisata</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoesoef.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoesoef.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoesoef.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoesoef.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoesoef.wordpress.com&amp;blog=2581848&amp;post=22&amp;subd=yoesoef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoesoef.wordpress.com/2008/02/26/alam-sumatra-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0a975bcf439626478d25587801b7bab?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">@fi ajah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5d/Pagaruyung.jpg/250px-Pagaruyung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Istano Basa di Pagaruyung dibangun dengan arsitektur khas Minang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Minang_Jembatan_Akar.jpg/250px-Minang_Jembatan_Akar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan akar, objek turis yang potensial untuk dipopulerkan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
